Tuesday, September 23, 2014

Tips Mengerjakan Soal CAT

Tidak gw sangka, beberapa hari yang lalu di berita, calon pelamar PNS sudah mencapai lebih dari satu juta orang dan tadi sore di running text sudah tembus dua juta orang. Busett...tambah lama peminat PNS makin banyak ya, ya mungkin karena kepastian hidup. Artinya gak kaya-kaya amat tapi bisa hidup cukup sejahtera lah. Beda banget sama zaman Alm. Bapak gw yang dari dulu jadi PNS guru di Jakarta, gw inget benar waktu kecil biasanya Bapak gw bawa beras jatah dan kalau pulang sekolah kadang-kadang bapak bersihin beras pakai nampan bambu gitu. Terus yang jatuh dimakanin sama ayam yang gw pelihara. Kalau gajian pun biasanya pakai amplop cokelat yang selalu dibuka bareng-bareng sama emak dan anak-anaknya. Sampai tahun 2007 pun saat bapak gw udah golongan 4B masih aje pakai kendaraan yaitu vespa jadul. Ya itulah kisah PNS dulu, bukan yang sekarang.
Langsung aja, dari pengalaman gw dan teman-teman anak STAN angkatan 2010 dalam menghadapi ujian masuk menggunakan sistem CAT ( computer assisted test) yang paling harus diperhatikan yaitu materi TKD yang terdiri dari 3 bagian yaitu TWK (tes wawasan kebangsaan), TIU (tes intelegensi umum), dan TKP (tes kepribadian). Nah, yang kemungkinan besaaar banget lulus tuh di TKP karena jawabanya kayak soal PKN yang baik-baik aja jawabnya. Selanjutnya, (MENURUT GW) yang kemungkinan besar lulus lagi di TIU yang isinya tentang hitung-hitungan, logika, silogisme, dan sebangsanya gitu dah. Nah, dari pengalaman share sama teman-teman, untuk TIU biasanya ada aja soal-soal yang tentang posisi-posisi gitu. misalnya si A duduk di sini, si B duduk disitu, si C diatas si A dan dimanakah si D duduk? (jawabannya gak ada soalnya soal yg gw tulis gak jelas). Nah yang terakhir Menurut Gw rada susah yaitu di TWK nya....
Susahnya TWK itu karena luasnya materi yang masuk didalamnya tapi belum tentu keluar pas ujian. Namun yang pasti tentang 4 Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Semuanya harus dipahami, terlebih di Pancasila dan UUD 1945. Usahakan hafal banget ttg semua Pasal di UUD 1945. Dan di bagian pancasila sering banget keluar tentang P4, yang tentang pengamalan dari sila2 yang ada di pancasila. Nah, selanjutnya selain 4 pilar kebangsaan tersebut juga ada sejarah Indonesia, Refolusi Inggris, Prancis, Amerika, Kerajaan-kerajaan, dan lain sebagainya...pokoknya materinya luas banget hingga nama-nama presien, keajaiban dunia, dan semua hal yang banyak banget materinya....tapi pas ngerjain soal jangan kaget kalau-kalau soal yang lu pelajarin bisa keluar semua, sebagian saja atau dikit banget yang keluar. Tergantung hoki, soalnya itu random.
Di dalam masa persiapan usahakan untuk belajar, dan yang paling efektif menurut gw yaitu dengan


  1. Baca gak usah diporsir, dikit-dikit aja tapi continue dan dibawa happy. Kalau bosen ya nonton atau terserah lu.
  2. Membuat grup-grup kecil dengan teman-temanlu untuk membahas apa aja, dari yang penting hingga gak penting untuk bahas soal-soal TWK dan TIU gitu. Grup ini bisa di line, WA, atau apa aja tergantung lu dan teman-teman lu. Grup ini sangat penting karena biasanya yang dibahas bareng-bareng ingatnya lebih lama daripada baca, apalagi kalau tentang tanggal-tanggal.
  3. Membuat semacam sticky notes untuk hal-hal yang lu anggap penting di layar laptop lu.
  4.  Nah, saat mengerjakan soal pun, kalau menurut gw dan yang gw lakukan yaitu kerjakan soal dengan tenang dari no.1 hingga selesai tanpa harus longkap-longkap. Akan tetapi saat lu ragu, langsung aja tulis no.nya di kertas coretan yang disediakan oleh panitia untuk jawab soal TIU, nanti kalau ada sisa waktu baru bisa lihat-lihat dan koreksi soal yang diragukan. 

Pengalaman gw saat mengerjakan soal TKD ya lumayan menegangkan awalnya karena soal no.1 aja gw ragu-ragu soalnya tentang Refolusi Prancis ttg hak apa gt (pake b.inggris) dan ditanya tahunnya. Gw pun berusaha tenang dan soal-soal berikutnya ternyata bisa gw jawab dan satu soal kocak yaitu saat soal sinomin kata "TAARUF". Ehbusett, selama ini sering dengar kalau lagi bahas cara pacaran teman yang katanya pacarannya setelah nikah gitu. Dan yang terlintas di kepala gw pun lagu "ketika cinta bertasbih".wkwkwk....alhasil gw pilih sinonimnya "perkenalan" (bener :D). Sisa beberapa menit dan gw coba lihat no2 di kertas coretan. Saking banyaknya ditambah dengan beberapa teman sudah klik selesai dan pada teriak "yes", "alhamdulilah", dsb yang meluapkan kegembiraannya gw pun mengklik ok dan Puji Tuhan gw juga lulus. 

Tips Membuat SIM C Dengan Murni

Awalnya niat membuat SIM C ini timbul bukan karena keinginan gw pribadi, akan tetapi dari seorang kawan yang baru wisudaan yang katanya mau langsung fast track dan ternyata tertunda karena masalah administrasi, si QIbar panggilan gaulnya. waktu itu kami membuat SIM C di SATPAS Jakarta yang letaknya di Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat saat bulan puasa. Awalnya dia yang sebelumnya sudah pernah ikut tes 2 kali dan gagal terus ingin menggunakan jasa calo yang memang sudah banyak tersedia di sekitar area parkir. Gw tetap mencoba murni. Jujurnya sih karena jalur murni itu 155 ribu dan kalau nembak 600 ribu jadi selisihnya cukup besar. 

langsung aja..
  1. Sebelum datang ke SATPAS, pastikan lu membawa kelengkapan administratif yaitu foto copy KTP minimal 3 lembar, uang minimal 160 ribu, dan pakaian yang sopan. Selain itu akan lebih baik kalau membawa ATK seperti pensil dan pulpen. Kalau pun tidak membawa pensil 2B dan saat tes menggunakan sistem yang manual (tidak menggunakan komputer), Bapak Polisi nya pun akan menawarkan Pensil untuk dipinjamkan secara gratis, tapi jangan lupa balikin pas sudah selesai.
  2. Usahakan datang pada pagi hari untuk menghindari antrean panjang.
  3. Setibanya di lapangan parkir langsung aja ke poliklinik untuk tes kesehatan, biayanya 25 ribu. Saat tes, gw hanya menyebutkan huruf yang ditampilkan pada dinding. setelah itu melanjutkan ke dalam gedung utamanya, disana  kita akan menuju ke Bank *** untuk menyetorkan biaya pembuatan SIM C, tentu tarif nya berbeda-beda, tergantung jenis SIMnya.
  4. Setelah itu ke loket asuransi, awalnya gw gak mau membuat asuransi karena gw bilang "saya sudah punya askes Pak", dan melanjutkan ke loket... (lupa) untuk menyerahkan bukti bayar, foto copy KTP dan asuransi. Pas gw kasih asuransi berupa askes ditolak dan gw pun kembali ke loket asuransi untuk buat kartu asuransi, biayanya 30 ribu. Kemudian balik lagi dan diberi kertas kecil untuk selanjutnya ikut tes tertulis di lantai dua.
  5. Nah, waktu tes tertulis itu gak terlalu ramai karena kondisinya mendekati akhir bulan puasa. gw dan si Qibar pun tak perlu antre dan langsung masuk dan menyerahkan kartu ujian tertulis yang sebelumnya dikasih, kemudian mengambil soal yang sudah tersedia di ujung kiri ruangan. Ternyata soalnya ada kodenya, artinya tiap kode soalnya tidak sama. Kebetulan kode soal yang gw ambil no.8. Pak polisi nya pun sebelumnya sedikit ngelawak dan sebelum mengerjakan, ditanyakan bagi peserta yang tidak bawa pensil 2B dapat meminjam. Gw pun meminjam karena yang gw bawa hanya pulpen. 
  6. Waktu tes tertulis pun dimulai selama (rada lupa) kayaknya 15 menit-an dengan jumlah soal sebanyak 30 pilihan ganda. Waktu mengerjakannya tentu serius dan setelah selesai menuju lantai satu untuk menunggu hasil di depan loket 5 (lupa,kayaknya salah). Dan setelah sekian lama nama gw pun dipanggil dan nilai yang tertera 16, atau 2 point dibawah nilai standar untuk lulus. Kawan gw pun lulus dan gw pun menunggu dia langsung ke sesi foto. 
  7. Nah, waktu itu gw ingat-ingat beberapa soal yang berkaitan dengan sanksi (jawabannya 250rb), tentang UU, makna gambar mobil sedan dan motor yang dicoret, posisi tangan saat memegang gas berapa derajat, makna tangan polisi yang jawabannya kendaraan di depan dan belakang berhenti,dll sama pak Polisi. Setelah selesai foto kami pun pulang. Bedanya dia gak balik lagi dan gw balik dua minggu lagi.
Dua minggu kemudian gw balik ke SATPAS dan dengan rasa percaya diri dan penampilan rambut gondrong (namanya juga pengangguran),celana panjang, kaos dan gobloknya gw gak sadar ternyata pakai sendal swallow. Nah, berhubung udah tau beberapa kesalahan yang gw lakukan saat tes tertulis satu dan gw juga sengaja mengambil kode soal yang sama dengan tes tertulis satu, gw pun lulus dan lanjut ke tes praktik. saat tes praktik pun sudah banyak peserta yang menunggu. Nah, pertama kali kita disuruh mengambil motor untuk mengikuti Pak Polisi mengelilingi Satpas, tentu ujian yang ini gampang karena cukup mengikuti pak polisi membawa motor dan yang perlu diperhatikan kaki tidak boleh turun kecuali ada perintah dan LAMPU SEN harus menyala minimal 2 kali sebelum mau belok dan jangan lupa mematikan lampu kalau udah belok. Setelah itu, tes praktik yang sesungguhnya pun dimulai.
  1. Pertama, harus melalui lintasan belok seperti S gak terputus yang jaraknya dekat, kemudian setelah beberapa kali zigzag jaraknya agak jauh. Nah, kecepatan antara zigzag yang dekat dan zigzag yang jauh berbeda, dimana kecepatan untuk melintaz pada jarak yang agak jauh harus lebih cepat (kalau gak salah) 30km/jam. Saat zigzag pendek gw pakai gigi dua dan zigzag panjang gw pakai gigi tiga.
  2. setelah sampai di ujung maka ada tulisan stop dan kaki kiri turun. INGAT!!kaki kiri aja, kemudian belok kiri ke aras lintasan berbentuk angka 8. INGAT!!masuk dan ikuti arah yang tergambar pada lintasan, jangan salah arah. mauk dan keluar harus melalui jalur yang sama.
  3. Setelah lintasan 8, maka kita balik kanan dan ke arah tempat awal  dan jangan lupa untuk mengerem pada ujung lintasan dan kaki kiri turun.
  4. Terakhir dan buat gw gagal yaitu saat ke lintasan yang berbentu U, kaki tidak boleh turun sedangkan gw yang saat itu memakai gigi 3, tetapi terlalu pelan dan derajat "stangnya" kurang sehingga kaki gw pun turun dan langsung gagalll dan pulang dah...
Ketiga kalinya gw datang pagi, rambut sudah dipotong rapih dan memakai sepatu. Datang pagi-pagi dengan penuh keraguan karena lintasan U yang cukup sulit. Dan semakin ragu saat gw langsung ke lapangan tes praktik, hanya ada gw pesertanya sedangkan pengujinya BANYAK bgt sama tes praktik pertama. Ada yang pakai seragam kayak baju olahraga biru, pakaian seragam dan kemeja putih berdasi. Gw pun memilih motor dan sebelum jalan gw pastiin tali sepatu gw gak copot, lanjut memakai helm dan tidak lupa di kunci hingga bunyi "ceklek" dan doa bentar. Zigzag lancar, lanjut lintasan 8 lancar juga dan lintasan U rada gak lancar n kaki gw sempat sekali turun bentar setelah lewatin belokan tajam U nya, gak tau bapak polisinya tau atau nggak, tapi gw rasa dia tau. Dan setelah selesai tes, awalnya gw rada hopeless dan bapaknya becanda "rada gugup ya mas" dan gw jawab "iya pak, rada sulit pak yang U nya". Dan dia bilang wah mas, ini hampir lulus. Dan gw nyeletuk "Pak, kasihan dong sama mahasiswa bolak balik mulu pak.". Entah karena hoki atau iba karena kertas gw yang sudah berwarna warni (bolak balik tes), si Bapak Polisi pun nulis lulus di kertas ujian gw. Gw pun sangat senang dan mengucapkan terimakasih dan lanjut untuk sesi foto.
Sebelumnya ke kamar mandi untuk ngaca dulu, sayang waktu itu WC nya baru diperbaiki dan kacanya belum dipasang. Bodo amat, akhirnya gw nunggu ke loket (lupa) buat foto dan setelah beberapa waktu nama gw dipanggil dan dikasih kartu SIM C. Senang banget rasanya setelah 2 kali gagal dan lebih senangnya saat lihat foto gw di SIM C yang rapih dan bagus, kayak pake kamera 360 tuh si petugas nya.Wkwkkw...SIM C gw pun jadi dan langsung uplot di path biar gahoell.

Tuesday, April 8, 2014

Serunya Perjalanan Pulang Pergi Ke Kampung Halaman

Kebetulan lagi gak ada kerjaan dan mari kita menulis...

Bagi sebagian besar orang tentu sangat menyenangkan untuk bisa pulang ke kampung halaman untuk dapat merayakan hari raya Natal dan Tahun Baru bersama keluarga besar di kampung. Ya, hal itulah yang pernah saya alami ketika beberapa bulan yang lalu. Pulang ke kampung halaman menggunakan mobil tentu memberi kisah tersendiri dibandingkan dengan menggunakan pesawat terbang. Apalagi jarak dari Jakarta ke kampung halaman yang cukup jauh dan harus melalui lebih dari 5 provinsi yang sebelumnya belum pernah dilewati seumur hidup. Dimulai dari provinsi Banten, kemudian lanjut menyeberang selat sunda untuk tiba di provinsi lampung, diteruskan lagi ke provinsi Sumatera Selatan, terus ke Provinsi Jambi, kemudian Provinsi Riau dan terakhir di Provinsi Sumatera Utara. Sebenarnya untuk sampai ke kampung halaman sendiri bisa melalui provinsi Sumatera Barat, akan tetapi terdapat dua lintasan untuk sampai ke tujuan. Kalau tidak salah (berarti benar) yang kami lalui yaitu lintas timur.
Perjalanan kami mulai pada malam hari. Tentunya hal ini dilakukan karena banyak alasan, pertama karena paginya kami yang pulang kampung (termasuk saya) masih harus kerja, kemudian alasan untuk menghindari macet dan yang terpenting menurut saya supaya feelnya lebih dapat. Setibanya di pelabuhan Merak, kala itu sekitar pukul sebelas-an malam kami disambut hujan lebat di sepajang tol merak. Kemudian masuk ke dalam kawasan pelabuhan dan kami pun antre untuk masuk ke kapal. Saat masuk kapal, kami pun menuju ruang tunggu bersama para penumpang yang lain. Menikmati kebersamaan sambil dihibur musik "kapal". Kemudian saat kapal bersandar di pelabuhan Bakahueni, perjalanan pun langsung dilanjutkan sampai pada SPBU tempat kami beristirahat kurang lebih satu jam sambil makan makanan yang sebelumnya sudah dibungkus dari rumah. Satu kejadian yang masih belum terlupakan yaitu ketika kami makan dan ada pengendara motor yang ditabrak truk lintas Sumatera tepat di depan SPBU. Perjalanan pun tetap harus berlanjut agar mengejar target tiba di titik tertentu yang dirasa aman. Maklum saja, beberapa jalur lintas Sumatera masih dirasa kurang aman untuk dilalui untuk saat-saat tertentu. Hati ini pun senang dan penasaran juga tentang bagaimana sebenarnya medan yang harus ditempuh untuk sampai di kampung halaman. Di malam kedua, kami sudah tiba di provinsi lupa... Yang jelas disana terdapat rumah makan Pagi Sore yang baru saja dibangun. Rumah makan yang terbilang besar dan mewah (menurut saya) jika dibandingkan dengan kondisi sekitar. Kala itu, saya tidur di teras rumah makan tersebut dengan terlebih dahulu membeli obat anti nyamuk. Besok paginya sebelum jam lima pagi, perjalanan  pun dilanjutkan melintasi hutan, perkebunan, pemukiman, kawasan perbukitan, dan seterusnya. Yang jelas, belum pernah saya lalui sebelumnya. Tiap-tiap daerah memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada daerah yang memiliki banyak sungai yang lebar, ada yang banyak rawanya, ada yang banyak perkebunannya, dll. Selain itu juga bisa lebih mengetahui rumah adat, karakter hingga mitos- mitos di daerah tersebut. Sebagai contoh saja, terlepas dari kebenarannya yaitu ketika melewati sungai Siak terdapat mitos jika ada orang yang pernah memimum air sungai Siak maka "katanya" orang itu bisa hamil (film kera sakti).wkwkkw....salah, yang benar (dari informasi yang pernah gw dengar) bahwa orang tersebut akan kembali lagi ke daerah tersebut.
Kemudian untuk kuliner juga dapat dirasakan keunikan cita rasa yang dimiliki rumah makan kelas pinggiran di tiap daerah. Misalnya saat melewati Palembang dan memakan buah duku palembang yang besar, manis dan murah, durian dan seterusnya. Kemudian tiba rumah sanak keluarga dan tiba di kampung halaman.............
.............
............
Tiba saat pulang dan tentu perasaan yang terlintas di pikiran dan banyak orang yang mudik yaitu bahwa semangat saat pulang akan menurun mengingat lelahnya perjalanan untuk sampai ke kampung halaman. Benar saja, perjalan pulang pun memang terasa cukup melelahkan dan kala itu kondisi badan juga kurang fit untuk melakukan perjalanan. Tapi, jadwal sudah ditentukan dan kami pun terus melakukan perjalanan pulang. Sebenarnya banyak hal yang terjadi saat perjalanan pulang. Mungkin yang seru ketika kami lapar dan tidak sengaja memang di pinggir jalan tersebut terdapat deretan rumah makan yang banayk supir truk dan benar saja, sepertinya banyak yang menawarkan rumah makan "cabe-cabean" daerah itu dengan memasang musik keras di rumah makannya. Tentu karena kami lapar ya yang kami cari makanan saja, dan becanda-becanda kecil dengan seorang ibu sebagai kasir dan dua orang gadis muda yang dibilang sebagai keponakannya. Beberapa hal yang tidak terlupakan yaitu ketika mobil yang kami gunakan mengalami masalah setelah sesaat sebelumnya masuk ke dalam lubang besar di tengah jalan. Kala itu malam, gerimis dan posisi kami berada di tengah perkebunan kelapa sawit. kami pun berempat, kesemuanya laki-laki dan saya merupakan orang paling muda di dalam mobil itu secara sigap memperbaiki dan mempersiapkan kalau-kalau ada orang yang "iseng". Lampu senter pun langsung standby untuk membantu penglihatan dalam memperbaiki mobil. Setiap mobil pribadi yang lewat tentu harus diawasi demi mejamin keselamatan dan kelengkapan logistik yang kami bawa dari kampung. Kami pun biasanya membagi 2 shift dimana ada supir dan co-rider yang harus menemani sang supir dalam mengarahkan dan mengajak bicara. Di malam ke dua pun entah benar atau tidak, yang jelas saya kurang percaya yaitu ketika bukan giliran saya, saya tertidur dan hingga di suatu kawasan, yang ada pemukimannya tetapi tidak terlalu rapat sang co-rider membangunkan  kami karena benar atau tidak jalan yang kami lalui seakan berputar pada jalan yang sama. Ditambah lagi ketika supirnya mengatakan bahwa tadi dia melihat sesosok wanita berpakaian putih dari kaca spion sebelumnya. terlepas apa itu benar atau tidak, kami pun tetap meneruskan perjalanan dengan berpikir lurus dan berasumsi bahwa yang dikatakan dan dilihat hanya halusinasi dan perasaan saja. kami pun memutuskan mencari rumah makan terdekat untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan teruss... hingga akhirnya tiba di pelabuhan bakahueni pada malam hari. Perasaan senang pun semakin menjadi ketika kami turun dari kapal dan melajutkan perjalanan hingga tiba di rumah dengan kondisi badan yang baru terasa bau dan kotor saat tiba di rumah. Keesokan harinya yang saya lakukan yaitu panggil tukang urut dan senjutnya makan tidur makan tidur.
Nah, itu dia sepenggal kisah cerita saat pulang ke kampung halaman. sebenarnya masih banyak kisah-kisah yang belum diceritakan, mungkin bisa di lain kesempatan. :)


Monday, April 7, 2014

HUJAN ASAM

Sebelumnya sudah lama juga nih nggak ngeblog. Kali ini, lagi nggak ada kerjaan dan berhubung ada wifi kantor maka nggak ada salahnya berbagi ilmu, terutama mungkin buat anak SMA. Silahkan dibaca, salah satu karya ilmiah yang pernah saya tulis sewaktu mengikuti kegiatan ekstrakulikuler KIR (kelompok ilmiah remaja) dan ikut lomba di

PENGARUH HUJAN ASAM
TERHADAP KUALITAS KONTROL LINGKUNGAN
SERTA USAHA PENANGGULANGANNYA


ABSTRAKSI

Hujan asam dapat diartikan sebagai hujan yang memiliki kandungan ph yang lebih rendah dari pH hujan biasa yaitu sebesar 5,6. Perbedaan tersebut terjadi akibat adanya polutan berupa gas SO2 (sulfur dioksida) dan NO2 (nitrogen dioksida) yang berlebihan di dalam air hujan tersebut. Kedua gas ini merupakan gas yang memiliki sifat asam. Meskipun memiliki perbedaan dalam hal pH, secara kasat mata kita tidak dapat membedakan antara yang mana hujan biasa (normal) dengan hujan asam.  Hujan asam sendiri dapat memberi dampak bagi kehidupan di sekitar kita, dan dampak yang diberikan 100% merugikan. Tidak hanya berlaku untuk manusia, tetapi untuk semua makhluk hidup. Bahkan benda mati yang sensitif terkena asam dapat mengalami kerusakan. Hujan asam dapat membawa kematian bagi banyak makhluk hidup bila tidak ditangani dengan serius.
            Untuk mengetahui pengaruh hujan asam terhadap lingkungan sekitar, dilakukan penelitian dengan pengumpulan data tingkat keasaman air hujan di Jakarta dan dilakukan juga pengumpulan informasi mengenai sumber polutan tersebut. Data membuktikan bahwa rata – rata tahunan keasaman air hujan di DKI Jakarta setelah tahun 2004 hingga sekarang dibawah ph 5. Hal ini tentunya perlu diatasi agar hujan asam tidak menjadi masalah besar yang merugikan seperti yang terjadi di beberapa negara maju, diantaranya China, Jerman, Rusia, dan lain-lain.
Faktor utama yang menyebapkan terjadinya hujan asam yaitu tingkat kepadatan penduduk dan teknologi (terutama bidang perindustrian) dalam suatu kawasan. Semakin padat penduduk dan semakin maju teknologi, kemungkinan terjadi hujan asam akan semakin tinggi. Teknologi yang maju akan membutuhkan energi yang banyak pula untuk memenuhi kebutuhan hidup. Terlebih-lebih apabila kurangnya kesadaran akan bahaya gas SO2 dan NO2 yang berlebihan dalam air hujan. Banyak hal yang dapat mempengaruhi tingkat keasaman dari air hujan asam, mulai dari faktor alam dan ulah manusia. Hujan asam merupakan bagian dari deposisi asam, bukan deposisi asam.        

            Banyak sekali upaya yang telah dilakukan pihak pemerintah dan pihak swasta di DKI Jakarta dalam mengatasi masalah hujan asam. Mulai dengan penanaman pohon, penggunaan bahan bakar dengan hemat, mengolah limbah gas SO2 hingga mengaplikasikan prinsip 3R (reuse, reduce, recycle). Semuanya dilakukan agar hujan asam dapat dihentikan dan tidak memberi berbagai dampak buruk yang bahkan belum pernah terjadi pada waktu sebelumnya.
PENDAHULUAN

            Pesatnya perkembangan industrialisasi dan sistem transportasi di dunia, contohnya DKI Jakarta menimbulkan sebuah konsekuensi yang akan terjadi yaitu akan semakin meningkatnya zat-zat polutan yang dikeluarkan dari kegiatan industri dan transportasi. Keberadaan zat-zat polutan di udara ini tentunya akan berpengaruh terhadap proses-proses fisik dan kimia yang terjadi di udara. Salah satu dampaknya yaitu hujan asam yang terjadi bersamaan dengan siklus alam.
            Istilah hujan asam pertama kali dikemukakan oleh ilmuwan Inggris bernama Robert Angus Smith pada tahun 1872, saat melakukan penelitian di kawasan industri di Manchester, Inggris. Ditemukan bahwa adanya perubahan ekosistem yang sangat mengerikan yaitu banyaknya pepohonan dan ikan yang mati di sekitar daerah industri tersebut. Banyak para ilmuwan lain tidak memperhatikan dampak tersebut, namun dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan telah menyadari bahwa penyebaran keasaman air hujan telah menyebabkan kerusakan yang banyak dan semakin meluas.
            Hujan asam sebenarnya merupakan bagian dari deposisi asam. Deposisi asam sendiri terbagi menjadi dua yaitu deposisi kering dan deposisi basah. Hujan asam termasuk dalam bagian deposisi basah, dikatakan basah karena merupakan kejadian-kejadian pada saat bahan-bahan pencemar atau polutan di udara yang bersifat asam berikatan dengan oksigen dan air, turun ke permukaan bumi akibat adanya gaya gravitasi.
            Pembentukkan hujan asam di atmosfer, dipengaruhi oleh siklus-siklus bahan-bahan pencemar (polutan) di bagian atmosfer yang terendah yaitu troposfer. Bahan-bahan pencemar atau polutan penyebap utama hujan asam yang ada di troposfer adalah oksida nitrogen dan sulfur dioksida akan mengalami mekanisme reaksi kimia membentuk senyawa asam dan larut dalam butir-butir air berupa awan. Secara alami air hujan yang jatuh ke permukaan bumi akan selalu mengandung asam karbonat, yaitu asam yang bersifat asam lemah yang terbentuk akibat proses alami dari siklus kehidupan berupa karbon dioksida, mulai dari letusan gunung berapi, pembusukan dalam tanah, dan penguapan air laut. Sifat asam lemah ini sangat diperlukan oleh banyak makhluk hidup. Itulah sebabnya pH air hujan alami (normal) selalu berkisar 5,6 (sesuai dengan kesepakatan WHO). Artinya air hujan yang memiliki pH diatas 5,6 dikatakan hujan bersifat basa dan sebaliknya, apabila pH dibawah 5,6 dikatakan air hujan tersebut bersifat asam.
            Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia merupakan kota yang tanpa pernah berhenti aktivitasnya dengan pusat industri, pusat pemerintahan, pusat perdagangan serta tak luput dari pusat sasaran para insan dari dalam dan luar negeri. Hal itu tentunya menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota besar di dunia dengan tingkat polusi yang tinggi. Dari pemantauan pH air hujan di Badan Meteoroloi Geofisika (BMG) stasiun Kemayoran, menunjukkan bahwa sebagian besar air hujan berada di bawah pH air hujan normal.
            Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan trend hujan asam dengan objek di DKI Jakarta dengan informasi-informasi yang berkaitan dengan hujan asam. Dalam pengumpulan data digunakan teknik wawancara, pengamatan tidak langsung serta dengan pengumpulan informasi baik dari buku dan internet.

  
ISI

1.Pengertian dan Proses Hujan Asam
Hujan asam memiliki sifat yang asam, belum tentu memiliki rasa asam. Karena untuk menimbulkan rasa yang asam dibutuhkan konsentrasi tingkat keasaman yang berselisih tinggi antara polutan yang bersifat asam dengan polutan yang bersifat basa. Untuk air hujan , batas keasaman (pH) yang telah disepakati secara internasional adalah sebesar 5,6. Hujan yang demikian disebut hujan alami (tidak tercemar). Hal ini disebabkan karena semua hujan yang turun ke permukaan bumi mengandung asam karbonat (HCO3) yang bersifat asam lemah. Sifat asam lemah ini sangat diperlukan oleh banyak makhluk hidup. Artinya hujan asam memiliki pH dibawah 5,6 karena adanya sumber polusi dari aktifitas manusia atau sering dikatakan sumber antropogenik.  Sumber tersebut antara lain; asap kendaraan, limbah industri, dan jumlah penduduk serta PLTU.
Hujan asam terjadi karena 2 indikator utama yaitu adanya limbah gas SO2 dan NO2 yang bersumber pada bahan bakar berupa batubara. Nitrogen oksida sering disebut dengan Nox karena oksida nitrogen memiliki 2 bentuk yang sifatnya berbeda, yakni gas NO2 dan NO. Sifat gas NO2 adalah berwarna dan berbau, sedangkan NO tidak berwarna dan tidak berbau. Gas ini terbentuk dari gas buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik, transportasi, dan pembuangan sampah. Sedangkan belerang oksida atau sering ditulis dengan Sox atau gas SO2 dan gas SO3 yang keduanya memiliki sifat yang berbeda. SO2 berbau tajam dan tidak mudah terbakar, sedangakan SO3 mudah terbakar. Gas ini terbentuk karena pemakaian energi batubara, transportasi, dll. Keduanya memiliki sifat asam, belum tentu rasa asam. Bukan seperti jeruk yang memiliki sifat dan rasa asam. Hampir seluruh pembentuk batubara berasal dari tumbuhan yang sebagian besar merupakan tumbuhan primitif (alga, silofita, pteryiopita, gymnospermae, dan angiospermae). Pembentukannya lambat dan memerlukan waktu yang sangat lama. Kemudian setelah diambil, batubara diolah dengan proses gasifikasi (proses untuk merubah batubara padat menjadi gas batubara yang mudah terbakar). Proses ini menghasilkan produk yang dapat digunakan. Dalam penggunaan produk tersebut menghasilkan banyak gas, contohnya sulfur dan nitrogen.
Proses terjadinya hujan asam diawali dengan matahari yang bersinar menyebabkan terjadinya penguapan air baik dari danau, laut, kali dan perairan yang lain. Bersamaan dengan itu, aktifitas-aktifitas manusia juga sedang berlangsung. Banyak polusi berupa SO2 dan NO yang dihasilkan baik dari kendaraan, pabrik, dll. Gas-gas tersebut melayang bebas di lapisan udara terendah yaitu troposfer dan bila berikatan dengan O2 dan H2O maka terjadi hujan asam.
Hujan alami memiliki reaksi sederhana sebagai berikut:

CO2 + hv    =CO2 ,           kemudian bereaksi dengan awan
CO2 + H2O=H2CO3
           
Sedangkan hujan asam memiliki persamaan:

S + O2   = SO2
 2SO2 + ½O2 = 2SO3
SO3+  H2O  =  H2SO4
Atau,
N+O2=NO2
NO2+H2O=H2NO3
Hujan asam terjadi melalui dua variasi yaitu rain out dan wash out. Rain out terjadi ketika senyawa asam di atmosfer larut dalam butir-butir air (awan) dan hujan turun ke permukaan bumi. Sedangkan wash out terjadi ketika polusi yang mengandung asam tidak terikat dengan awan, tetapi pada saat hujan turun senyawa asam yang terdapat dalam udara tersebut larut dalam tetes air hujan. Hal ini terjadi karena polusi-polusi tersebut melayang tidak terlalu tinggi (di udara sekitar ).

 2.Mengenai DKI Jakarta
            Jakarta hingga saat ini tetap menjadi kota dengan kepadatan penduduk serta pusat segala aktivitas. Dengan luas wilayah sebesar 661,64 km2 dan terletak pada106 ° 48 ' BT dan6° 12' LS. Seringkali hujan asam melanda Jakarta, namun hingga saat ini kesadaraan dan kepedulian masyarakat DKI Jakarta terhadap bahaya hujan asam masih kurang. Pengumpulan data digunakan dari Januari 1996 hingga Mei 2008. Tidak heran apabila banyak energi diperlukan dalam menjalankan dan memenuhi kebutuhan kehidupan. Dalam 11 tahun terakhir (kecuali tahun 2000) Jakarta memiliki pH hujan yang tidak stabil. Berikut ini data mengenai tingkat keasaman ( pH) di wilayah DKI Jakarta dengan memfokuskan pada daerah Kemayoran..............


                 
-bersambung besok ^_^-