Thursday, September 3, 2015

Melancong Gratis Ke Goa Jomblang

Siapa orang yang tidak suka jalan-jalan??Sayang sekali. Apalagi kalau masih muda, masih banyak energi, waktu dan kesempatan untuk jalan-jalan apalagi kalau jalan-jalannya gratisan dengan orang yang asik-asik.
Mungkin karena belakangan ini banyak waktu luang di kerjaan jadinya banyak hal yang ingin gw lalukan daripada hanya berdiam diri. Nah, kali ini akan gw ceritakan pengalaman ke Goa Jomblang.
Pengalaman ke goa Jomblang merupakan pengalaman pertama gw untuk masuk ke goa yang cukup menantang. Goa ini beda sekali dengan beberapa goa yang pernah gw masukin, seperti Goa Jepang, Goa Belanda dan Goa Jati Jajar yang aksesnya gak terlalu sulit dilalui.
lobang besar menuju goa jomblang

Goa Jomblang terletak di provinsi Jawa Tengah di tengah hutan jati , tepatnya di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, 8 Km timur kota Wonosari atau sekitar 50 kilometer tenggara kota Jogja (sumber http://www.catatannobi.com/2012/04/wisata-goa-jomblang-grubug.html ). Nah, waktu itu gw kesana bersama 3 peserta lain yang merupakan pemenang lomba menulis pertumbuhan tanaman yang diadakan oleh National Geographic Indonesia dan Teh Kotak (minuman teh yang enaakkk). Turut serta dua tim yaitu dari National Geographic nya dan Tim Metro Tv yang bakal ngeliput acara kita selama jalan-jalan.
Goa Jomblang sendiri sepengetahuan gw dimiliki atau dikelola oleh Pak Cahyo Alkantana, itu tuh yang membawa beberapa acara di TV, salah satunya di acara Terakota, Kompas Tv.



Nah, Goa Jomblang ini sendiri merupakan goa yang letaknya di bawah permukaan tanah, kombinasi vertikal dan horizontal. Jadi buat masuk ke dalam Goa, kita harus menuruni lobang besar menuju mulut goa, setelah itu berjalan untuk masuk ke dalam goa dan menikmati pemandangan sinar "wow"
proses ke dasar hutan purba
di dalam goa. Untuk turun ke mulut goa, kita akan menggunakan jasa warga sekitar untuk menurunkan diri kita ke mulut goa dengan menggunakan tali dan perlengkapan keamanan yang aman. Jadi, pinggang akan dikaitkan dengan tali dan tubuh kita akan diturunkan secara perlahan hingga ke mulut goa. Saat tiba di bawah kita akan menemui ekosistem purba yang "kata" pemandu wisata dulunya lubang besar yang terbentuk disebabkan karena "dulu" tanahnya amblas dan saat itu pula ekosistem yang ada ikut amblas ke bawah.
hutan purba mini
Di situ kita akan menemukan pepohonan besar, tanaman-tanaman nggak tau namanya, jamur, dan beberapa tanaman menjulur seperti rotan tapi bukan rotan. Ada juga tanaman yang buahnya seperti cabe, tapi bukan cabe bukan juga cabe-caben.
Selanjutnya untuk mencapai mulut goa, kita harus berjalan beberapa ratus meter dari tepat mendarat. Saat mendekati mulut goa akan ada gemericik air yang turun dari atas, tapi bukan air terjun. Nah, ketika mendekati mulut Goa kita harus menuruni anak-anak tangga yang lumayan curam hingga tiba di mulut goa yang mengaga lebar dengan hawa yang dingin dan seperti ada kabut nya.
Selanjutnya kita akan berjalan masuk ke perut goa, dimana sudah terdapat penerangan lampu pada titik-titik tertentu, dan stelah sekian lama berjalan turn naik bebatuan plus lumpur kita akan mendengar suara aliran air yang deras dan akan tampak sinar yang indah sekalii. Sinar ini akan nampak jelas ketika matahari bersinar terang dan sinarnya tidak tertutup awan sehingga lubang di atas gua yang bentunya lingkaran dikelilingi pepohonan akan meneruskan cahaya dari atas dan cahaya tersebut akan diteruskan hingga ke dasar. Dasarnya yang terkena sinar matahari pun merupakan stalagmit yang warnanya putih ke abu-abuan dan seperti terumbu karang, tapi nggak tau jenis karang apa.
menuju mulut goa

perjalanan melihat sinar matahari




Mandi sinar buat awet muda.wkwkwk
Di tempat sinar yang katanya "sinar surga" itu pun setiap pengunjung "wajib" hukumnya buat foto-foto karena moment seperti itu jarang sekali kita temui. Setelah puas foto-foto kita akan balik ke mulut goa, selanjutnya ditarik ke atas. Kemudian bersih-bersih dan akan makan dan minum-minum cantik di sebuah pendopo yang tempatnya enak, teduh, ditambah dengan kuliner khas jawa + minuman teh dan gula2 kotak di sebuah cangkir tanah liat. Enakkkk...
Oh iya, selain goa Jomblang, ada lagi goa-goa lain di sekitar goa Jomblang. Ada goa yang lupa namanya (mungkin namanya goa pindul) yang jarang banget dimasukin karena banyak ular...

special thanks buat warga sekitar yang membantu naik turun kami semuaa..

1...2...3...jangan dlepas


Wednesday, July 15, 2015

Backpackeran ke Curug Cigamea

Weekend telah tiba
Dan saatnya jalan-jalan
Kali ini tentang Curug Cigamea.


Awalnya jalan-jalan ini merupakan ajakan dari teman kuliah yang mungkin penat dengan rutinitas kerja. Namanya Bagus Panjaitan dan Made Edy Dharmayasa. Nah, berhubung saat ini juga lagi bulan puasa maka teman-teman yang bisa diajak gak bisa teralu ramai karena perjalanan seperti ini cukup menghabiskan energi. Awlanya rencana jalan-jalan ini hanya wacana karena kami hanya bertiga ditambah karena Made yang ingin pulang ke Bali karena ada acara adat dan AWALNYA gak jadi karena Gunung Raung "batuk-batuk".

curug cigamea kiri
Perjalanan dadakan ini diawali dengan nggak jadinya Made pulang kampung dan pagi-pagi tanpa banyak pikir kami pun langsung jalan menggunakan angkutan umum. Diawali dengan menggunakan kereta Commuter Line dan meeting pointnya di St. Manggarai. Selanjutnya perjalanan berlanjut hingga ke st.Bogor. Nah, dipilihnya curug Cigamea ini bukan karena sudah direnacanakan sebelumnya, tetapi hasil browsingan di dalam kereta. Awalnya bingung antara curug Cilember atau Curug Cigamea. Namun setelah ngobrol-ngobrol sama security di St.Bogor kami memilih Curug Cigamea karena lokasinya yang tidak macet. Angkutan umum selanjutnya yaitu 03 ke arah terminal Cibbulak. kemudian pas gw lihat Path dan ada senior yang posting bahwa bandar udara ngurah rai kembali dibuka jam 12 si Made pun langsung menghubungi orang tua dan menanyakan apakah harus pulang. Dan Made pun pulang setelah mendapatkan tiket yang di pesan dari dalam angkot. Namanya juga acara adat jadi penting.
edisi narsis di curug digamea kanan
Bareng geng motor yang namaya "Reot"
Nah, perjalanan ini pun terus kami lanjutkan sekalipun berdua doang karena slogan "SEKALI LAYAR TERKEMBANG PANTANG SURUT KEBELAKANG". Kami pun tiba di terminal (lupa) dan membayar ongkos @Rp4000,00. Perjalanan selanjutnya kami menggunakan angkot 05. Nah, untungnya kami nggak berlu menunggu lama karena pas dua orang lagi dan angkot pun penuh. Bagus duduk di depan dan gw di belakang depan pintu.Sepanjang jalan ya menikmati perjalanan yang lancar gak macet. Hingga kami turun di pertigaan Cibubulak Rp8.000,00 dan melanjutkan angkot no.52 dan gak lama angkotnya langsung jalan, emang rejeki anak soleh jadi selama perjalanan dilancarkan dan setiap nyambung angkot langsung jalan pas kami naik. Nah, selama naik angkot 52 yang gw perhatikan adalah selokan dan mikir kalau airnya banyak mungkin air terjunnya nggak kering (apa hubungannya volume debit air selokan sama volume debet air terjun ). Nah, pas di angkot itu gw bertanya-tanya sama sopir angkotnya tentang ini itu seputar tempat wisata dan cerita tentang curug itu.Yang sedikit buat lucu yaitu ketika ini masuk kecamatan mana?si pak sopir bilang kecamatan Cibungbulang yang dulu pas samapta pernah dikatakan kalau topografi kec. CIAMPEA sebelelahan sama Kec.Cibungbulang. Tiba di akhir trayek kami bayar angkot Rp8.000,00 dan lanjut menggunakan ojek Rp.15.000,00 hingga ke depan pintu masuk air terjun(curug). Benar saja, selama perjalanan gw merasakan pemandangan dan udara yang sejukkk. Kami pun menuruni ratusan anak tangga dan saat itu pengunungnya sepi, gak sampai 20 orang sehingga terasa nyaman karena gak terlalu ramai seperti hari-hari biasa yang kata pedagang disana bisa sampai ratusaan orang datang "kesini". Setelah beberapalama kami pun tiba di curug cigamea. Nah ada dua curug disana,seut saja curug kiri dan curug kanan. Dimana kami hanya bermain2 air di curug kanan karena curug kiri yang sedikit punya cerita yaitu "beberapa bulan yang lalu ada pengunjung yang meninggal karena saat bermain di curug itu kejatuhan batu sehingga kepalanya pecah". Nah, selain bermain air kami juga berfoto-foto..
edisi ada pelangi

mengang pelangi


puas berkeliling kami pun pulang.Nah pas mau pulang ada hiburan baru yaitu ketika ada terapi ikan
tangan penuh daki n dosa #hiks
yang saat itu terbuka dan nggak ada yang nungguin, alhasil gw masukkan tangan gw dan benar saja ikan-ikannya langsung gigit-gigit tangan gw seakan banyak sekali daki yang menempel. Ikannya lahap dan karena sensasi gigitannya gw gak lama-lama masukin tangan ke dalam air. Perjalan pulangpun sedikit macet dan sebelum naik Kereta kami sempatkan
mencicipi wisata kuliner Soto Bogor yang enakkkkk karena emang enak dan posisi saat itu lapar.











terimakasihh :)




Thursday, July 9, 2015

Film Grave of the Fireflies

Film ini merupakn film yang awalnya gak gw ketahui, yang gw ketahui hanyalah cerita dari kawan tentang studio film ghibli di Jepang yang memproduksi banyak film anime yang semua filmnya bagus, kualitas gambar bagus dan film-filmnya bermakna. Kemudian, karena saat-saat ini edisi ramadhan dan biasanya pagi-pagi belum banyak kegiatan, biasanya  gw donlot film-film apa aja yang ingin di download. Nah, pas gw masukin kata GHIBLI terdapat beberapa film dan satu diantaranya film ini. Setting tempatnya di Jepang, tepatnya di Kobe. 

Jadi filmnya nya diawali di akhir cerita baru ke awal cerita (flashback). Ceritanya tentang Mengingat kembali ingatan dari Roh nya si Seita. Sebelumnya ada dua tohoh utama yang namanya Seita dan Setsuko dimana Seita sebagai abang dan Setsuko sebagai adik perempuan. Nah, makna pertama film ini yaitu programnya BKKBN yaitu dua anak lebih baik. Istilahya catur warga. 
Awalnya dimulai dari detik-detik Seita mati di Stasiun Kereta. Kemudian dikisahkan ayah Seita kerja sebagai nahkoda kapal perang Jepang saat perang Dunia Kedua, jadi mereka tinggal bersama ibunya yang punya gangguan jantung. Dalam hal ini, hidup mereka terlahir dari keluarga yang cukup mapan sampai suatu ketika ada serangan pesawat udara tentara musuh. 
Saat itu mereka harus mengungsi ke Shelter pengungsian dan disana mereka akan bertemu dengan Ibunya. Ternyata shelter pengungsian di Bom dan mereka mengungsi ke sekolahan. Disana mereka menapat kabar kalau ibunya kena bom dan saat itu terbaring sekarat dan nggak berapa lama kemudian ibunya meninggal. Saat Seita tau ibunya meninggal, dia tidak memberitahukan hal itu ke adaiknya karena takut kalau adiknya sedih. 
Merekapun nggak bisa kembali ke rumah karena sudah hancur dan tinggal di rumah bibi atau tentangga (kurang ngerti). Awalnya bibinya baik dan Seita memberi harta yang dimiliki ke bibinya untuk dapat tinggal dan makan bersama keluarga bibinya sampai suatu saat kelakuan bibinya mulai nggak ramah dan kurang menyenangkan sehingga membuat Seita an Setsuko memutuskan untuk keluar dari rumah bibinya dan tinggal di sebuah gua kecil buatan yang sudah ditinggalkan. Letak gua itu di pinggir "empang" dan diasan banyak kunang-kunang, kodok, dan hewan-hewan lainnya. Saat mereka hidup disana, mereka saling embantu dan makan apa adanya. Mereka makan apa saja yang sekiranya bisa dimakan dari mulai semacam KIJING (bahasa betawi untuk semacam keong yang ada di sawah2), makan ampas nasi, hingga harus mencuri untuk mendapatkan makanan. Awalnya di Setsuko minta sikat gigi saat malam tapi abangnya Seita bilang besok aja dan Setsuko mau mendengar kata abangnya dan mau hidup prihatin hingga badannya mulai gatal-gatal, panuan yang cukup parah. Seringkali Setsuko di tinggal sendirian sementara Seita mencari makan. saat itu Setsuko menguburkan kunang-kunang yang mati dan bermain sendirian di sekitar goa kecil itu. Kunang-kunang mereka jadikan lampu yag menemani mereka di dalam goa kecil itu.
Setsuko di Dekat Goa tempat Tinggalnya
Hingga suatu saat Setsuko diare yang berkepanjangan karena sering makan tanah yang diimajinasikan sebagai makanan saat seita pergi mencari makan. Titik sedihnya yaitu ketika Seita nyolong makan buat adiknya dan digebukin karena katahuan, Kemudian pas dekat gua dia dibawa ke kantor polisi. Diam-diam Setsuko mengikuti abangnya nyeker, pakaian gembel dengan boneka kecil kesayangannya dan pas abangnya keluar dia nanya...(padahal dia sedang sakit,mengharukan). Dah nonton aja sendiri.....
filmnya bagus dan bermakna dah #dijamin

Tuesday, July 7, 2015

Larva Migran atau Cacing Dalam Kulit Saat Prajab

Sebenarnya kejadian ini sudah beberapa bulan terjadi pada tubuh gw, tepatnya di bagian punggung. Berhubung lagi jam santai kerja, akan gw ceritakan sedikit mengenai penyakit cacing yang hidup di dalam kulit.

Penyakit cacing dalam kulit ini sebenarnya merupakan penyakit baru yang gw dengar dan gw rasa cukup menjijikan karena harus mengimajinasikan bagaimana cacing bisa tumbuh berkembang di dalam kulit, menghisap nutrisi di dalam kulit, tidur, jalan-jalan sampai buang air di dalam tubuh kita. serem kan..
Tapi gak usah dipikirin.. Karena itu lebay

Semua berawal ketika kegiatan prajab yang harus diikuti setiap CPNS, ketika itu gw prajab di Lebak Bulus, tepatnya di Wisma Duta Wiyata, jalan Pertanian. Nama jalannya aja pertanian, jadi sudah jelas kalau tanahnya gembur #gaknyambung.
Banyak rangkaian kegiatan di tiga hari pertama prajabatan. Kegiatannya "membumi" dan dibimbing oleh para pelatih dari Kopassus. Kebetulan gw dapat Barak Asrama Kiri yang didalamnya ada 3 kamar mandi dan diisi oleh sekitar kurang lebih 21 anak. Ketika waktu pembersihan, waktunya singkat dan mandi harus cepat dan bareng-bareng karena waktu ,jumlah kamar mandi dan anak tidak berbanding lurus. Jadi mungkin karena gw mandi kurang bersih, tidak menggosok bagian punggung secara bersih maka lahirlah sekumpulan cacing-cacing "worm", warnanya merah dan kuning seperti film kartun "worm". Ditambah dengan kondisi kamar yang AC nya terlalu dingin dan pas tidur gw menggunakan jaket. Mungkin karena terlalu lelah sampai nggak sadar AC nya sudah dimatikan sama teman sekamar dan keadaan badan gw berkeringat saat bangun tidur.

Awal penyakit ini muncul ditandai dengan gatal-gatal di bagian permukaan kulit. Awalnya gatal yang tibul belum dibarengi bentol-bentol pada permukaan kulit. Saat itu gw ke tim medis dan pelatih pun memberikan obat alergi gatal. Keesokan harinya bentol itu muncul. Saat itu, masih tak terpikirkan bahwa bentol tersebut ditimbulkan oleh larva-larva cacing yang lincah. Sewaktu pelajaran, dimana siswa menggunakan kemeja putih dan menulis diatas kertas putih, tiba-tiba seekor kutu merah kecillll bergerak-gerak di atas kertas putih. Melihat kejadian itu, asumsi gatal gw terjadi karena kutu itu. Hal ini gw sampaikan ke dokter yang bertugas dan seketika itu gw langsung membersihkan kasur dan lemari pakaian, dikasih obat tetapi nggak gw makan hanya menggunakan minyak tawon dan bedak. Lanjut ketika ada waktu pesiar dan gw balik ke rumah. Sebentar ke klinik dekat rumah dan dikatakan mungkin itu cacar, saat itu bentol-bentolnya semakin besar dan diujung bentolnya ada yang beda. Tapi itu masih kemungkinan. Nah, pas balik ke Asrama dan karena belum ada perubahan gw pun kembali ke dokter di Asrama. Kali ini dokternya beda, dokternya perempuan dan lebih teliti dalam memeriksa. Dokternya menggunakan senter dan agak lama memeriksa, tiba-tiba dia bilang "mas, ini cacing.", gw pun bertanya balik "kok bisa dok?", dan selanjutnya dokternya menjelaskan adanya sebuah garis tipis yang menunjukkan pertumbuhan cacing. Kemudian diberikanlah obat semprot  yang namanya cloro etil, beda banget dengan bedak dan minyak tawon yang sebelumnya gw pakai. Rasanya dingin dan karena masih baru mengenal jenis obat ini maka langsunglah gw nge browsing tentang obat semprot itu dan efek samping dan seterusnya. Selain obat semprot, diberikan pula obat tablet yang namanya albendazole. Tetapi obat ini gw dapatkan dari tim medis beberapa hari kemudian karena obat ini rada jarang dijual di apotek. Saat itu diberikan enam tablet, tetapi satu teman anak pajak yang bernasib sama (beda lokasi,dia di bagian paha hingga bokong) meminta obat itu. tinggallah lima. Dia pun gw sarankan untuk meminta obat yang sama ke tim medis. Setelah meminum obat itu, maka rasa gatal yang melanda mulai mereda. Ditambah dengan obat semprot yang diberikan menghambat tumbuh kembang cacing di kulit.


bayangin cacing ini ada di dalam kulit lu
Sepanjang hari selama prajab, setiap ada waktu istirahat maka hal yang gw lakukan adalah browsing tentang penyakit cacing ini. Cacing yang hidup di kulit ini memiliki nama lain cutaneus larva migran yang disebapkan oleh cacing yang nama latinnya Ancylostoma Braziliense (paling sering), A caninum, Uncinaria Stenocephala (Cacing tambang pada anjing Eropa), Bunostomum Phlebotomum (Cacing Tambang pada binatang ternak). Kayaknya gw kena karena jenis cacing Ancylostoma Braziliense dah karena banyak kucing dan beberapa anjing di sana.
Setelah memakan 5 teblet obat albendazole itu rasa gatal hilang tetapi masih ada bentol-bentol yang mengganggu. Akhirnya pas selesai prajab gw kembali ke apotek untuk mecari obat yang sama. Hanya ada satu apotek yang menjual dan tersisa tiga tablet lagi yang kadaluarasanya akhir tahun 2015. harga per tabletnya murah @Rp.1.500,00. Hal ini karena gw masih takut kalau masih ada cacing lincah yang masih hidup. Nah, setelah itu barulah gw yakin kalau cacing-cacingnya udah mati karena dari beberapa sumber browsingan lima tablet aja sudah cukup. Nah, gw udah makan delapan jadi aman (pikiran orang ndeso).
Untuk bekasnya, lama-kelamaan menciut dan hilang saat kegiatan samapta...Intinya sih untuk menghindari penyakit ini ya mandi nya harus bersih dan mungkin kondisi badan harus dalam keadaan prima agar tidak mudah sakit.
Itulah sekilas pengalaman tentang penyakit cacing. Semoga bermanfaat :)


Saturday, February 28, 2015

Adu Bandring

Belakangan ini kalau gw perhatikan udah jarang sekali anak-anak main nih permainan. Awalnya karena disuruh emak ambilin benang-benang layangan yang nyangkut di genteng, kebetulan dekat kabel listrik.
Langsung aja dah...
Sejarah penamaan adu bandring gw gak tau dari mana, yang jelas permainan ini dulu kerap kali dimainkan oleh anak-anak kecil yang gak modal. Maklum saja, gak mampu beli benang atau kalau minta duit ke orang tua bilang mau beli benang gak dikasih. Nah, permainan ini sendiri bisa dimainkan minimal oleh dua orang bocah yang tidak ada kerjaan. Modalnya cukup mudah yaitu:
-benang
-batu kecil atau kayu
-insting
cara mainnya pun cukup mudah. Biasanya dimulai dengan pencarian benang gelasan dari layangan putus atau benang yang kusut. Biasanya benang kusut itu terjadi ketika ada seseorang kebanyakan ngulur benang dan tiba-tiba mau ngadu atau ada hal lain sehingga benangnya di ditarik secara cepat (nama kampungnya dibetot secara terus menerus). Kemudian benang gelasan diikatkan pada batu kecil atau kayu atau biji mangga atau apapun yang menurut lu bagus. Selanjutnya kedua anak mengayunkan benangnya hingga bertemu antar pemberat yang diikatkan pada benangnya. Kemudian saling tarik menarik hingga salah satu benangnya putus. 
Permainan ini sendiri menurut gw cukup sederhana tapi bisa dikembangkan yaitu ketika ada beberapa anak yang ikut. Kadang kala bisa dibuat beberapa tim sehingga kalau ada dua anak yang awalnya beradu benang bisa dibela temannya yang langsung melemparkan benangnya ke bentangan tali lawannya yang sedang terikat dengan teman setimnya, kemudian ditarik hingga benang musuhnya putus. Tapi perlu diperhatikan kalau benang musuhnya bagus malah bisa-bisa dua orang yang menyerangnya yang malah putus. Selain itu pemilihan pemberat sangat penting karena pengaruh terhadap ayunan dan tarikan yang ditimbulkan pada benang lawan.
Begitulah sedikit nostalgia dengan permainan di masa kecil. Semoga gak punah ditelan kemajuan zaman.

Wednesday, February 25, 2015

LIBURAN MENDADAK KE YOGYAKARTA

#dibuangsayang
Awalnya nih cerita gw bikin buat ikutan lomba jalan2 gratis yang diselenggarakan PT.KAI untuk dapat naik kereta uap jadul gt di ambarawa. Tapi gak menang dan sayang juga kalau dibuang. Beginilah ceritanya...

Hari libur merupakan hari yang ditunggu oleh sebagian besar siswa Sekolah Dasar hingga siswa Sekolah Menengah Atas, begitu pula dengan para mahasiswa. Akan tetapi, waktu liburan yang waktunya “tanggung” ini terkadang membuat para mahasiswa bingung untuk menghabiskan waktu jika hanya berdiam diri di dalam kost an. Hal inilah yang mengawali kisah saya dan empat orang teman saat libur kuliah yang dirasa tanggung untuk balik ke kampung halaman dan sangat disayangkan bila tidak digunakan untuk jalan-jalan.
barik, alfri, sigra dan fio
Alhasil, kesempatan ini pun kami gunakan untuk pergi berlibur ke kota Yogyakarta menggunakan Kereta api. Tentunya kelas yang kami pilih merupakan kelas ekonomi menggunakan keretabernama Progo. Hal ini bukan karena kehabisan tiket eksekutif akan tetapi karena isi dompet yang tidak memungkinkan. Sebelum lanjut ceritanya, niat jalan-jalan ini (20 Oktober 2011 hingga 24 Oktober 2011) sebenarnya merupakan ide spontan (dadakan) yang dilontarkan oleh teman saat istirahat dalam perkuliahan dan secara spontan pula kami ber lima yang kesemuanya tidak berasal dari Yogyakarta pun setuju untuk berlibur menggunakan kereta api. Satu teman berasal dari Larantuka dan tiga orang lainnya berasal dari Pulau Sumatera.

Transit di Stasiun Cirebon
Kami memulai perjalanan dari Stasiun Jatinegara pada malam hari. Kami pun tiba sekitar dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Awalnya kami cukup bosan untuk menunggu datangnya kereta yang masih lama datang, tetapi kami tetap menikmati suasana Stasiun Jatinegara dengan diiringi percakapan diantara kami. Kereta pun tiba dari arah Stasiun Senen dan kami pun masuk untuk mencari kursi yang sesuai dengan nomor kursi pada tiket. Kursi yang kami pesan tidak dalam satu kelompok kursi yang berdekatan, ada dua kursi yang tidak berdekatan. Saya putuskan untuk mengambil satu dari dua kursi yang tidak berdekatan tersebut. Hal ini sengaja saya lakukan karena rasa keingintahuan untuk berkenalan dan bercakap-cakap dengan orang yang belum saya kenal. Dalam benak hati mungkin bisa bertemu seorang gadis dan mengalami kisah seperti film “Before Sunrise”. Sayang nya harapan saya meleset karena orang yang duduk di sebelah saya ternyata nenek-nenek beserta keluarga nya, saya pun menghampiri ketiga teman dan menanyakan penumpang lain apa ada yang mau pindah kursi dan ternyata ada karena saudaranya duduk dekat kursi saya. Kami pun bertukar tempat duduk dan dapat duduk dekat dengan yang lainnya. Satu teman masih nyaman dengan kursinya.
ngobrol-ngobrol dalam kereta
Gelapnya suasana di luar kereta tidak sedikit pun mempengaruhi keramaian yang terjadi di dalam kereta. Hampir semua penumpang bercengkerama di dalam kereta kelas ekonomi tersebut. Begitu pula dengan kami yang sepanjang perjalanan bercengkerama satu sama lain dengan topik pembicaraan yang kemana-mana. Dari masalah di perkuliahan hingga tempat-tempat malam yang seru untuk dikunjungi di Yogyakarta, maklum lah anak muda yang rasa ingin tahunya besar sekali. Selama dalam perjalanan, tidak banyak pemandangan yang dapat terlihat karena hari sudah larut malam. Setelah beberapa jam, kereta pun tiba di Stasiun Cirebon. Kami yang ber lima belum pernah ke Cirebon sebentar keluar untuk dapat merasakan suasana kota Cirebon dari dalam Stasiun. Stasiunnya pun cukup besar dan walau hari sudah larut malam namun suasana Stasiun Cirebon masih cukup ramai oleh pedagang dan tentunya oleh para penumpang yang turun di Stasiun Cirebon. Satu hal yang tidak lupa untuk dilakukan yaitu berfoto di Stasiun Cirebon, maklum saja karena kami belum pernah kesini dan foto-foto merupakan salah satu hal yang sangat sayang untuk dilewatkan. Peluit dari petugas pun ditiupkan panjang dan  kereta melanjutkan perjalanan. Kami melanjutkan perjalanan dan suasana di dalam kereta pun tidak pernah sepi. Mulai dari suara batuk, tangisan anak kecil, suara pedagang yang menjajakan dagangan hingga pengamen jalanan yang saya rasa menghibur. Kami pun sangat beruntung karena pada saat itu  jumlah kursi dan penumpang sudah disesuaikan sehingga walaupun kelas ekonomi, kereta tidak penuh karena antara jumlah penumpang dengan jumlah kursi sudah disesuaikan. Sepanjang perjalanan kami bercengkerama dan sesekali “tidur-tidur ayam”, sesaat  tidur sesaat lagi bangun.
Pagi pun mulai tiba dan pemandangan pun mulai dapat terlihat. Dari dalam kereta, kami bisa melihat hamparan sawah yang luas seluas mata memandang, deretan rumah yang beberapa diantaranya masih dalam bentuk rumah tradisional, anak-anak yang sedang bermain hingga bentuk pemakaman Jawa yang bentuknya sedikit berbeda dengan bentuk pemakaman yang saya lihat di Jakarta. Semuanya sangat lah berharga bagi saya karena bisa melihat hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah dilihat. Kereta pun terus berjalan dan rasa kantuk pun mulai datang. Alhasil saya sempatkan tidur sebentar dengan posisi badan yang sudah cukup nyaman karena bisa tiduran sepanjang bangku yang sebagian penumpangnya sudah turun di beberapa stasiun sebelumnya. Tak berapa lama saya bangun kembali dan kereta pun membawa kami semakin dekat dengan kota Yogyakarta.  Kereta pun tiba di Stasiun Lempuyangan. Setibanya di stasiun Lempuyangan, kami pun berfoto lagi sebelum keluar dari dalam stasiun.
main ke UGM
Selama di kota Yogyakarta banyak tempat yang kami kunjungi baik berlima atau dengan teman SMA yang sedang menempuh pendidikan di kota Yogyakarta, tak lupa untuk foto nya. Saya pun bermalam pindah-pindah dari kost yang satu ke yang lain di sekitar kampus yang namanya diambil dari nama patih Kerajaan Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapa nya. Mulai dari Malioboro dan Pasar Beringharjo yang kami jadikan sebagai tempat membeli oleh-oleh, lanjut ke Candi Prambanan, keliling kota Yogyakarta menggunakan Trans Jogja, kawasan universitas UGM dan berbagai tempat lainnya. Salah satu
Prambanan (sok2an bikin album) 
yang tidak terlupakan yaitu ketika datang ke Java Karnaval. Acara tersebut merupakan acara tahunan di Yogyakarta, dilaksanakan di sepanjang Jalan Malioboro hingga ke Alun-Alun. Saat itu kami pun
takjub dengan kemeriahan pawai dan banyaknya warga yang berkumpul di Jalan Malioboro. Suasana pun bertambah ceria ketika kami bertemu teman-teman yang lain, kami pun bercengkrama dan menikmati keramaian kota Yogyakarta sambil memakan jajanan yang tersedia.
Keesokannya, kami pun kembali pulang ke Jakarta dengan menggunakan kereta api dari stasiun Lempuyangan. Empat teman saya turun di Stasiun Jatinegara dan saya memutuskan untuk turun di Stasiun Senen agar lebih dekat naik angkot ke rumah. Satu hal yang tidak terlupakan ketika tiba di Stasiun Senen sekitar jam satu an malam dan saya hampir dicopet karena seorang diri keluar dari Stasiun Senen ke arah jalan raya mengarah ke Tugu Proklamasi. Merasa diikuti, maka saya mundur dan membeli minuman air mineral sambil berbicara dengan ibu-ibu penjual minuman tersebut. Berkat kebaikan dan arahan ibu itu, saya bisa terlepas dari tangan-tangan jahil di sekitar Stasiun Pasar Senen dan pulang bersama dengan penumpang kereta lain yang menggunakan motor hingga sampai ke rumah dengan selamat dan tanpa kekurangan apa pun. Itu lah cerita singkat pengalaman berlibur menggunakan kereta api ke Yogyakarta dan  kenangan itu pun selalu terlintas ketika mendengar lagu Kla Project yang berjudul Yogyakarta.

Nb: Tidak lupa terimakasih juga buat kawan2 SMA gw yang pada kuliah di jogja yang kasih tebengan kos (raden bagus, azhar, ucup onta), ngaterin kesana kemari (widi,ernisa),dll.

Tuesday, February 3, 2015

How Are You Mayu

As usual, today my duty at terminal 2 soekarno hatta international airport (SHIA), fortuity today at terminal arrival 2E where most of the passanger who pass are use garuda plane. This times is so differet with another day that i through at terminal, almost everyday i get new experience but today i say “spesial experience” because my imagination fly into a romantic n fun film which have a “gantung” ending. So, this is my story in indonesian language....cekidot
Pagi tadi, tepatnya sekitar jam 8 pagi nampak seorang perempuan yang masih muda, cantik, rambut bergelombang, putih, gak jerawatan, dst yang datang ke pos “customs” yang menanyakan tentang handphone nya yang tertinggal dan apakah kami melihatnya. Awalnya senior gw yang ajak ngomong dan setelah ditanya-tanya tidak ada yang melihat, tentu ngomongnya pakai bahasa inggris. Dia bilang bahwa dia mengunakan maskapai garuda dari Haneda dan tiba sekitar jam 07.35. Nah, karena dia cantik dan sendirian dengan tampang yang rada sedih karena handphone iphone 5 nya hilang, gw pun mengajak dia ke dalam hangar untuk menanyakan ke kasubsi apa ada handphone yang tertinggal, kebetulan jam segitu penumpang masih sepi #bisadicek. Kami (gw dan si bunga) pun ke hanggar dan jawaban hanggar tidak ada. Sang kasubsi pun menyarankan agar menanyakan hal tersebut ke hangar yang ada di 2D. Nah, jarak dari 2E ke 2 D cukup jauh, gw dan wanita jepang itu pun berjalan menuju ke 2D. Sepanjang perjalanan gw tanya ini itu dan karena gw dan dia gak begitu jago bahasa inggris percakapan pun tidak berjalan begitu lancar. Nah, di tengah jalan gw tanya tentang HP nya dan memastikan apakah HP yang dibawa dia apa memang tertinggal saat di pos tempat kami bertugas karena memang jam setengah delapan pagi kami baru ganti sift dan biasanya kalau memang benar-benar tertinggal di pos pasti ditemukan, dijamin 100%. Di tengah perjalanan dia mulai ragu dan mungkin rada nggak percaya sama gw, yakali tampang gw gak meyakinkan -_-. Dan gw bilang “trust me dan follow me”, sepanjang jalan pun gw bercengkrama tentang jepang, urusan dia datang ke Indonesia,dll yang lu pada nggak perlu tau.wkwkwk......Ternyata ini kali pertama nya visit ke Indonesia.
Katanya dia mau ke lombok selama sepuluh hari dan Hpnya tertinggal. Ketika semakin dekat ke 2D dia pun bilang tadi dia nggak kesini dan gw meyakinkan untuk tetap ikut dan setibanya di 2D kami pun bertanya kepada kasubsi dan jawabannya pun tidak melihat, kemudian tanya petugas admin n yang lain ternyata tidak lihat. Dia pun sedikit kecewa dan rada pasrah. Hmmm...gw tau lah perasaan kalau Hp lu hilang ketika lu lagi ke luar negeri sendirian. (sebenarnya gw gak tau dia sendirian atau ada temannya yg mungkin sudah nunggu di ruang tunggu keberangkatan ). Muka nya pun sedikit berubah dan gw tetap memberi secercah harapan. “if you use garuda, lets we check to lost n found garuda”. Dia pun kayaknya sudah rada males dan berusaha tetap tenang dengan mukanya yg kalem, putih,cantik n gak jerawatan”.wkwkwk....kalau aja muka nya udah ngebetein dan nyolot mah udah langsung gw bilang gak ada.
Gw pun sebenarnya gak begitu yakin kalau ada disana dan apa salahnya kalau coba tanya ke petugas “LF Garuda”. Tak disangka ada, terbungkus dalam kertas dan sesuai dengan yg dideskripsikan dia. Dia pun sangat senang dengan ekspresi muka yang “nyess” bgt karena Hp nya yang hilang ketemu. Berkali-kali ngomong “thank you..thank you” sambil menundukkan kepalanya. Nah, pas dia ambil itu dia menuliskan namanya di kertas yang mengulung Hp nya itu sebagai bukti bagi petugas LF garudanya, dan gw lihat namanya “mayu” ...... lupa kata keduanya dan meninggalkan nomor teleponnya di kertas itu. Setelah itu kami keluar dan mengantar dia ke pos 2E untuk melanjutkan perjalannya ke lombok. Sekilas pas dia menemukan HP dan dalam perjalanan kurang dari satu menit ke pos 2E, dia KAYAKNYA (perasaan doang) mau nanya “whats your name?” dan gw hanya diam sambil senyum dan dia pun senyum sambil jalan.
Nah, gobloknya kan pas dah mau jalan dan lihat mukanya baru gw “nyesel” menanyakan nama dan tanya apa dia punya account media sosial. Mungkin saja bisa berteman di dalam media sosial dan berbagi informasi. Ya, kali aja suatu saat nanti bisa pergi ke Jepang atau negara lain. AMIN dan ketemu dia lagi.
Seharian gw mikir dan sebenarnya bisa aja kalau mau, gw bisa minta nama lengkap n no.hp nya ke pos LF Garuda, tetapi gw inget film hello stanger (Tai banget kan imajinasinya) ketika ketemu tapi gak tau namanya satu sama lain dan gw sengaja kan saja kisah ini biar kayak di film itu.wkwkwkkw....sampah bgt ya imajinasi gw.

Pas gw ngobrol sama senior pun pada bilang kenapa lu gak kenalan nal. Nah, ada lagi senior yang bilang “ikeh ikeh ikeh” dengan nada mendesah dan bilang kalau cewe jepang gitu nal bunyinya.wkwkwk..... kan tambah bego dah.

Saturday, November 29, 2014

Pohon Jambuku, Si Tua Yang Selalu Memberi Keteduhan

Baru aja balik sampai rumah setelah sebelumnya menginap di kosan teman karena acara kemarin yang selesainya sampai larut malam. Saking capeknya yang gw lakukan langsung tidur, abis tidur makan sambil nonton berita.
okt 2014

Ternyata di salah satu topik yang diangkat yaitu tentang nenek-nenek yang meninggal karena ketiban pohon besar. Pikiran gw pun langsung tertuju dengan pohon jambu depan rumah yang udah tua dan sebenarnya sudah setengah roboh, tapi sampai sekarang masih bertahan karena ditahan oleh tembok. Masih ingat juga dalam benak kapan nih pohon roboh, yaitu pas gw masih kecil (SD) dan weekend. Kala itu gw biasa kalau tidur masih bareng emak bapak, kala itu pas hari libur, pagi-pagi dan hujan besar. Tiba-tiba terdengar suara "gabruk" atau apalah bunyi suaranya yang jelas suaranya gede dan emak gw pun buka horden dan lihat pohon jambunya mau roboh dan tetangga pada rame di bawahnya. Langsung saja gw sama emak dan bapak keluar kamar dan liatin tetangga pada ngambilin buah jambu yang pada jatuh. Emang sih, nih pohon jambu pas waktu tegak kalau berbuah buanyaaak banget dan selalu menggoda iman tetangga buat pada ngambilin. Saking banyaknya pas hujan pohon ini roboh. Dulu kalau berbuah percaya atau tidak buahnya bisa lebih dari satu karung, dan kalau ngambil pakai ember. Bahkan panen terakhir, sekitar kurang lebih sebulanan yang lalu (hari2 terakhir nganggur) kerap sekali gw dengar tetangga yang coba-coba ambil dari bocah hingga emak-emak. Belum lagi kalau rombongan ibu-ibu pengajian lewat pasti pada tereak "Masya Allah, buahnya banyak cakep amat". Gw pun selalu sigap untuk melihat perkembangan buah jambu dari gangguan bocah-bocah yang banyak amat akalnya. Prinsip gw sih, kalau buah yang masuk ke dalam pagar ya harus gw jaga tapi kalau udah ke luar pagar ya di ikhlasin buat diambilin. Nah, kebiasaan orang kalau ngambil jambu yang di luar pagar biasanya gak sabaran, baru gede dikit dah langsung diambilin.
Sejak saat itulah nih pohon dipotong in batangnya, tapi gw ingat kata bapak kalau pohon ini tuh jangan dipotong habis, dibiarin aja sebagian biar adem, dan begitu daunnya terlalu banyak kembali dipangkas lagi. begitu seterusnya hingga saat ini.

Nah, melihat berita itu gw pun habis makan langsung ambil golok, batu asahan dan gergaji. Golok pun diasah dan "pangkas rambut" pohon jambu pun dimulai. Gw pun memulai dengan golok untuk ranting-ranting yang kecil, dan untuk batang yang lumayan gede gw gunakan gergaji dan golok. Dan seperti nasehat yang pernah dibilang, gw pun gak mau memotong habis daunnya, paling gak ada buat "adem" in nih rumah.

Saturday, November 22, 2014

The Intouchables

Lama juga nggak nulis karena kesibukan mulai kerja, kali ini seperti biasa #edisiNganggur dan paling lah asik kalau nonton film. Kali ini yang gw tonton tuh film dengan judul INTOUCABLE yang artinya kalau dalam bahasa indonesia tidak tersentuh. Film nya sendiri dalam bahasa Prancis, tp subtitlenya Indonesia karena gw cinta bahasa Indonesia (aslinya belum mudeng B.Prancis).

Banyak film yang bagus tapi film ini bagusnya tuh tentang kebaikan seorang bos terhadap pembantunya. Dimana pembantunya pun membalas kebaikan tuannya sekalipun disaat dia sudah tidak kerja di tempat itu.

Kalau lu nonton ni film, awal ceritanya tuh sebenarnya bagian akhir filmnya ini. Awalnya rada gak jelas karena dikisahkan ada orang kulit hitam yang dikejar polisi sambil bawa temannya dalam mobil. Gw kira film ini tentang mafia-mafia gt karena awalnya aja dah dikejar polisi dan yg maen orang kulit hitam tampang nyolot.wkwkwkwk... ditambah temanya yg kulit putih tapi dengan perawakan yang tidak terawat. Pas ditangkap polisi pun tuh orang pura-pura epilepsi gt sampai masuk ke dalam terowongan.....
Dan awal filmnya dimulai
Awalnya tuh orang kulit item, yang namanya Driss nyari kerjaan ke rumah orang kaya. Nah, gw gak tau kalau orang lumpuh, namanya Phillipe itu orang yang perawakannya berantakan pas di awal film dan berpura-pura sakit ayan. Dia lumpuh dan .....
 Driss pun kerja di rumah Phillipe. Awalnya Driss mencuri satu telur koleksi yang dimiliki Phillipe dan Driss pun balikin. Kelakuan Driss yang awalnya bar-bar dan gak ada etika nya pun lambat laun berkurang seiring berjalannya waktu. Sebagai pembantu, tingkah laku Driss menurut gw dah gak benar karena banyak tingkah. Tapi namanya juga film, si Phillipe yang dulunya gak Lumpuh dan sekarang jadi Tuna daksa kaya tetap mempertahankan Driss sebagai pembantunya. Keluarga dan rekan-rekan Phillipe juga sudah merekomendasikan agar Driss di pecat, termasuk gw kalau saat itu ikut maen di dalam filmnya. Ditambah karena Driss dulunya pernah masuk penjara. Tapi lambat laun, kelakuan Driss pun jadi semakin baik. 
Sampai suatu ketika ketika Phillipe yang biasanya surat menyurat sama kekasihnya terlihat aneh oleh Driss, dia pun mengusulkan agar bertelepon dan ketemuan biar ngeDate. Waktu pun diatur dan ternyata ceweknya ternyata orang bule yang pakai jam Batak alias jam Karet. Phillipe dan Driss pun balik dan cewenya datang (Nih adegan dah Pasaran). Driss pun menemani Phillipe ke suatu tempat yang dulunya jadi hobi nya saat belum lumpuh untuk main Paragliding di gunung untuk hilangkan stressnya.
...
Driss pun akhirnya dapat kerjaan dan mengundurkan diri. Driss jadi supir dan sebagai konsekuensinya harus ada perekrutmen pembantu baru. Pembantu barunya sekarang orang yang kaku dan beda dengan sikap Driss. Waktu terus berjalan dan pembantu yang sekarang malah gak ada benarnya. Sampai suatu saat ketika Phillipe bengek lagi dan kondisi badannya gak terawat, tampangnya kelihatan stress dan berewokan. Driss pun akhir nya datang berkunjung lagi setelah dihubungi sama pembantu cewenya Phillipe (ceritanya Phillipe punya banyak pembantu). 
Driss pun tiba dan mengajak Phillipe jalan-jalan. Tentunya memakai mobil Phillipe. Mobilnya Maserati yang kereennn bgt #Mupeng. Mereka pun jalan2 dan nyambung ke adegan di awal film kemudian nyambung lagi di akhir ceritanya yaitu ketika Driss ajakin Phillipe ke suatu tempat kayak villa yang letaknya di pinggir pantai. Keesokan paginya Driss Potong Jenggot dan Kumis Phillipe dengan banyak model bentuk kumis yang tujuannya buat Phillipe ketawa, dan akhirnya rapih kembali. Selanjutnya mereka pun makan, dimana sebelumnya Driss sudah memesan tempat di pinggir jendela menghadap pantai dan memberi Surprise untuk mengundang pacar Phillipe yang dulu pakai Jam batak. Sebelum datang, Driss berpamitan dulu ke Phillipe dan tiba-tiba cewek cantiknya pun datang dan selesaii.... Mereka pun menikah dan punya anak.

Wednesday, September 24, 2014

Backpacker Ke Pulau Pahawang dan Kelagian

Masih teringat jelas pengalaman beberapa hari yang lalu saat gw dan empat teman kuliah backpaker-an ke Provinsi Lampung. Untungnya, liburan kali ini gak sekedar wacana dan benaran terealisasi. Liburan dari tanggal 18-22 September 2014. Kala itu kami ber lima dari jakarta berangkat sekitar jam sembilan pagi dan janjian ketemu di Merak, gw dan satu teman gw, gilang jalan dari terminal Poris Plawad. Dua teman, arif dan harmon dari terminal Kp.Rambutan dan satunya lagi danang jalan dari Plumpang. Setelah gw tanya-tanya, tarif yang berlaku sampai ke Merak yaitu sebesar 25 ribu, begitu pula teman-teman yang lain. Setibanya di Merak, gw dan Gilang makan dulu karena hari sudah siang dan waktunya jam makan. Kami pun makan di rumah makan, gw gak makan karena bawa bekal dan hanya memesan teh manis. Selanjutnya kami pun menunggu ke tiga teman yang belum datang di mesjid dekat loket masuk dan setelah lebih dari satu jam menunggu tim pun lengkap dan perjalanan pun dimulai. Kami membeli tiket penyebrangan @15 ribu untuk sekali perjalanan dari Merak-Bakaueni. Selama di dalam kapal, kami bercengkrama dan istirahat sebentar di kursi penumpang. Tidak lupa berfoto, nih fotonya..

Setelah beberapa jam, mungkin hampir enam jam kapal pun bersandar karena sebelumnya kapal berhenti karena harus menunggu dua kapal yang lain untuk bersandar di dermaga satu pelabuhan Bakaueni. Setelah turun, kami pun memutuskan untuk ke indomaret untuk makan PopMie karioke seharga 4.500, dan gw sengajain ambil air panasnya yang banyak biar biar bisa diminum kuahnya hangat-hangat. Sambil makan di depan indomaret, para calo travel pun banyak yang menawarkan diri untuk mengantar kami. Gw dan dangang pun makan dengan tenang, sedangkan harmon, arif dan gilang cukup repot meladeni para calo yang kesannya rada maksa. Kocaknya yaitu ketika si gilang dapat ngomong bahasa Lampung. Sekian lama tawar-menawar kami putuskan untuk tetap naik bus aja biar lebih murah dan aman. Kami pun naik bus AC menuju terminal Rajabasa,di Bandar Lampung. Tarif yang dikenakan sebesar @25 ribu dan perjalanan kurang lebih selama 3 jam. Setibanya di terminal Rajabasa pun kami langsung di jemput kembaran teman kami si arif, namanya Amri dan pacarnya. Kami pun menyewa mobil 50ribu hingga ke kosan Amri di jl. Abdul Muis7, dekat SMK 2 Mei. Lagi-lagi, ternyata kosan amri dekat sekali dengan saudara nya si gilang yang rumahnya gedee dan ternyata pengusaha dan saat ini jadi anggota Dewan dari partai "kepala garuda". Setibanya di kosan, kami ngobrol-ngobrol sebentar, makan rendang buatan Sari. Kami pun makan bareng-bareng, satu piring berdua karena piringnya emang cuma 3,sedangkan yang makan ber6. Adalagi danang, malah nyari daun pohon pisang, katanya lebih enak.wkwkwk....ngelawak tuh orang, kemudian istirahat. Pagi-pagi pas bangun, gw lihat banyak pohon srikaya di kosan si amri dan banyak buah yang ranum, tapi enggan gw petik karena takut gak boleh sama yang punya kosan. Kami pun ber enam mencari sarapan, nggak mandi dan cuma pakai kaos dan celana pendek. Nggak kami sangka ternyata makannya di dalam kampus Unila, dekat rektoratnya. Kami makan nasi kuning seharga 6 ribu dan teh manis 3 ribu. Setelah itu balik ke kosan,  ngobrol2 dan buka-buka Youtube video kocak, Matdog, bocah sadis, Balapan Motor, rege Perpisahan Anak SD, dll yang semuanya mengocok perut. Nih salah satu video yang gak bosen2 bikin ngakak...
https://www.youtube.com/watch?v=G8l3HM3Wptc

Hari pun mulai siang dan kami pun mau mandi tapi nampaknya yang punya kosan tidak menyalakan air sehari penuhhhh. Untungnya kosan Sari yang terletak di depan kosan Amri menjadi tempat kami numpang mandi. Kamarnya beda banget, AC, bersih, wangi. Beda sama kosan Amri yang banyak kecoa, sampai-sampai pas mau tidur pun si harmon kena trap di lehernya karena kecoa dan sempat teriak kayak dicekik.wkwkw..... kami pun ngobrol-ngobrol lagi di kosan Sari, karena adem dan pas siangnya ternyata sudah dimasakin dendeng. Karena gak ada sayur, maka kami beli sayur ke rumah makan terdekat dan lauk tambahan sesuai selera dan kantong. Gw inget tuh saat teman gw pada beli lauk tambahan ikan 5 ribu, telur bulat 2,5ribu dan gw cuma beli perkedel kentang kecil harganya 3 ribu. Busettt...mahal bgt! S
ampai kosan dimana tapi kami pun langsung makan bareng, nih fotonya...


Selesai makan kami pun nonton bentar di kosan Sari yang memang ada TV nya, dan balik kosan Amri untuk ngobrol, nonton youtube lagi. Tak berapa lama teman asal lampung pu datang, si Benta dan jelasin rencana besok jalan. Sore menjelang malam pun datang dan air di kosan Amri pun tetap tidak menyala, alhasil gak perlu mandi dan kami pun makan di "MADUKORO" atau "MADUROKO". Entah apa itu yang jelas makannya prasmanan, jadi ambil nasi dan lauknya sesuka hati. Gw pun sedikit barbar ketika mengambil nasi banyakkkk dan gw tekan-tekan, trus ambil oreg, tempe kuah dan sayur. Kocaknya pas gw ambil nasi dilihatin ibu yang punya rumah makan itu dan gw cengar cengir aja trus langsung makan. Kenyangg banget dan mantabnya ternyata harganya murah, cuma 6 ribu ditambah satu pisang besar seharga seribu. jadi totalnya balik. Malamnya pun Amri dan Sari pergi ke penyewaan mobil seharga 250 ribu. Dan menghabiskan malam kami bermain kartu di kosan si Sari, awalnya bermain cangkul dan lanjut ke permainan Capsa, sebuah permainan yang udah lama banget gak gw mainin sejak SMA kalau jam kosong dulu. Maklum aja, kalau di kampus TIDAK pernah ada mahasiswa yang main kartu. Percaya atau gak, selama bermain gw gak pernah ngocok kartu, alias gak pernah kalah. #norak. Tidak berapa lama ajakan gilang pun datang untuk bermain Biliar di rumah omnya, kami pun ke rumahnya. Tapi bukan ke rumah, akan tetapi ke semacam gudang, di lantai dua bermain dengan anak omnya. Hmm...gw yang ndeso ini ternyata juga ada temannya si danang yang juga gak bisa main biliard. Awalnya targetnya yang penting bisa mukul dulu aja, kemudian bisa kena dan lama-kelamaan cukup bisa dan asyikk. Tak terasa, kopi, cemilan dan permainan billiard ini pun harus diselesaikan sekitar jam 12-an malam. Kami pun balik dan tidur.
kapal yang membawa kami dari ketapang
Pagi hari datang dan kami pun memulai perjalanan. KOCAKNYA...dari 7 orang di dalam mobil avanza itu 6 laki-laki dan satu perempuan. Nah, si Sari lah yang membawa mobil dan ternyata bawa mobilnya jago walau jalan belok-belok tetap asikk. Sebelum jauh, kami pun sarapan dulu di depan pasar Koga, sebelah RS. Advent, sarapannya nasi uduk seharga 7 ribu sambil menunggu benta dan dua orang adik kelas kami. Nampaknya lama dan kami putuskan untuk menunggu di dekat pelabuhan ketapang, dengan sebelumya berhenti pada satu spot yang pemandangannya cukup indah. Kemudian lanjut lagi ke pelabuhan ketapang.
 Tidak berapa lama, benta pun datang bersama dua adik kelas dengan membawa nasi bungkus yang sudah kami pesan. Perjalanan pun dimulai setelah menego harga sewa kapal 450 ribu untuk tiga spot yaitu Pahawang Kecil, Pahawang Besar dan Kelagian. ditambah masih-masih 50 ribu untuk sewa alat snorkling.


Spot pertama yaitu Pahawang Kecil yang didalamnya ada sebuah jalur pasir putih panjang yang terlihat kalau surut dan tertutup air kalau pasang. Disini pun kami mulai untuk snorkling dan tidak lupa acara foto-foto, pemandangannya bagus dan pulau ini katanya dimiliki oleh orang Prancis. Tidak berapa lama datang beberapa kapal dan satu kapal yang spesial yaitu kapal yang ada speakernya dan dengan lagu "REGE" nya pas banget sama suasana pantai gini. "nyanyi lagu pantai..ayo kita santai..", "don't worry...UYEY", dsb...saat snorkling pun yang rada dihindari si "bulu babi", dan "ubur-ubur". Untungnya saat itu belum musim ubur-ubur. pemandangan bawah airnya pun cukup bagus dan ada terumbu karang yang nampak kokoh namum pas dipegang ternyata lembek-lembek gt. Lucu dah kalau dipegang, saat itu juga gw lihat ada "kelomang" besar yang biasa cangkangnya buat semacam terompet gitu, tapi gw gak mau ambil juga karena parno kalau itu ikan "batu" yang beracunn banget. tau gak ikan batu??yang bisa nyamar dan kalau diinjak bisa keluarin toksik gt, bisa sampai mati kalau gak ditolongin.
Lanjut lagi, dari Pahawang kecil ke Pahawang besar. Bedanya spot ini tidak bersandar ke tepi pulau, akan tetapi di tengah-tengah dan kami langsung snorkling, pemandangannnya pun lebih bagus dan kali ini gw udah mulai berani untu berenang tanpa pelampung dan kaki katak, hanya pakai kacamata dan yang buat napas. Berenang kesana kemari sambil lihat banyak ikan warna warni dan terumbu karang yang makin bagus. Tahan Napas dan mencoba menyelam kek iklan-iklan gitu. Sayangnya gak ada kamera bawah air jadi gak bisa foto-foto di bawah air. Dari karang-karang yang cukup tinggi kami pun tidak luput dari kesalahan yaitu ketika naik diatas karang-karang, seakan-akan berdiri di tengah laut gitu. Nah, disini gw dan benta penasaran ke pinggir pulau yang letaknya cukup jauh dari tempat berjangkar, tapi lanjut aja kita coba meuju ke pinggir.
Setelah Puas, dari Pahawang Besar kami lanjutkan ke pulau Kelagian, nah disini pasirnya putih halus seperi susu bubuh. Halusss banget, seumur-umur baru ini gw lihat pulau pasirnya haluss kayak gitu.
Ditambah pohon-pohon yang rindang, kami pun bermain pasir, guling-guling di atas pasir dan main kubur pakai pasir. Disana pun ada jembatan dari Kayu untuk lompat, kami pun lompat-lompat dari sana dan gw juga gak ketinggalan pakai salto juga. Weitss...keren dah. Capek dan teman-teman pun beli kopi dan minum bareng-bareng sambil ngobrol.



 Lanjut lagi berenang dan lompat dari jembatan dan sekitar jam 4-an sore pun kami balik lagi ke dermaga Ketapang. Setelah bilas kami lanjutkan perjalanan ke "sop durian" di daerah jalan Sudirman(kalau gak salah) yang tempatnya pun baru buka. Sayangnya tempatnya laris banget dan beberapa teman tidak kebagian. Kami pun pisah disini dan kami ber tujuh kembali ke kosan dengan sebelumnya beli nasi padang di restoran "dikasih uda" (lupa gw) 16 ribu dan makannya di kosan sari. Porsinya banyaaaakkkakak banget nasinya. Gak berapa lama cuma bengong kekenyangan dan lanjut tidur disertai punggung yang mulai perihh dan pegal. Kami pun langsung tidur dan keesokannya kami bangun dan sarapan dulu. Hari itu hari minggu dan kami sarapan di burjo dekat rel kereta api, tapi gw milih nasi uduk yg dekat situ juga. Dan rasa-rasanya gak enak karena gak "marminggu" ketika gw lihat anak-anak Unila ada pakaian rapih mau marminggu, juga orang-orang yang naik motor pada mau marminggu. Duh, dalam hati gak enak tapi wolesss aja lah. Sehabis sarapan kami pun balik ke kosan dan numpang mandi lagi di kosan Sari. Selanjutnya naik angkot ke untuk beli oleh-oleh di toko "Yen-Yen", katanya enak. Kami pun beli oleh-oleh sedikit karena udah cekak dan lanjut karena hari mulai malam kami pun makan seafood bareng di JumboKakap,
 tentuya dengan perhitungan mantab agar gak kemahalan...setelah puas dan mau bayar, ternyata kasirnya pun salah karena ikan baronang yang kami makan sebanyak 10 ons, tapi ditulis 20 ons. Muke gile tuh tempat, untung diitun dengan seksama. kami pun lanjut pulang dan pas turun dari angkot si Benta pun sudah datang menjemput dan mengantar ke kosan Amri. Kami pun packing. Baru aja packing, LAMPUNYA MATI!!entah ulah sang pemilik kos atau dari PLN.wkwkwk.....kocak dah. Benta pun membawa kami ke terminal Rajabasa sekitar jam setegah delapan dan Amri dan Sari juga ikut naik motor. Di terminal pun kami berpisah, tidak lupa ternyata Benta kasih Martabak bangka isi keju.wkwkwkkw...pas banget dah buat nanti di kapal. (pikir anak-anak). 
Kami pun tiba di Pelabuhan Bahaueni sekitar jam setengah sebelas malam dan kembali ke Indomaret lagi untuk beli snack dan air mineral, yang gw ambil air mineral "Grand" dari mata air di Lampung Timur yang eksis banget di bandar lampung dari botol kecil hingga galon. Harganya pun murah. Kami pun beli tiket sebesar 15 ribu, dan gw sengaja jalan agak cepat karena mau ambil uang dulu di ATM, tapi karena jauh langsung aja kami naik ke kapal. Entah kenapa, setelah Arif, gw dan Danang masuk kapal tangganya tiba-tiba ditarik. Alhasil Gilang dan Harmon beda kapal.wkwkwkkw...adaa aja nih kejadian. Mana martabaknya dibawa harmon.wkwkw...alhasil kami pun bertiga sampai ke Merak sekitar jam dua-an malam. Kami pun menunggu harmon dan gilang di mesjid dan setelah beberapa lama mereka pun tiba dan kami pun makan martabaknya dulu. Lanjut ke Indomaret beli pop mie lagi buat ganjal perut. Perjalanan pun pisah disini lagi, gw dan gilang ke arah Kalideres (X-deres) dan yang lain naik yang ke arah Kp.Rambutan...
Begitulah kisah liburan gw saat nganggur panjang. Moga ada cerita liburan selanjutnya :)

Dari keseluruhan bisa diringkas untuk masalah biaya
-angkot bus ke merak 25 ribu
-biaya kapal merak-bakaueni 15 ribu
-dari bakaueni-terminal rajabasa 25 ribu (ac) klo non ac 20rb)
jadi pengeluaran yang pasti sampai rajabasa PP sebanyak 130 ribu
setelah itu yang pasti sewa mobil 250 ribu dibagi 7 ditambah bensin peranak 20 ribu jadi sekitar 60 ribu
-sewa alat snorkling 50 ribu
-sewa kapal 450 ribu (tergantung tujuan dan nawarnya) dibargi 10 jadi 50 ribu (dibulatin)
jadi biaya di pulaunya sendiri sebanyak 120 ribu
ditambah biaya makan.Ambil kasarnya 15rbx 9 = 145 ribu ( ini misalnya aja)
tambah biaya oleh-oleh 60 ribu (relatif)
dan ongkos dari rajabasa ke daerah unila 10 ribu (wkt itu kita carter) JADI TOTAL PENGELUARAN KASARNYA SEBANYAK 450 ribu-an lah.
Semoga bermanfaat :)